You are not logged in.

[MAGAZINE][270213] Agnes Monica on Rolling Stone Indonesia

altGo Go grab the March 2013 issue of Rolling Stone magazine (Indonesia Edition). Agnes Monica is the main cover this time unlike on 2005 :). (will upload other pictures when I got my copy).

price : 35.000 IDR

 

 
[OPINION][190213] World Music Awards, Agnez Monica & Indonesia [BAGIAN 2]

Dan, kalau boleh saya analisa pada e-mail tersebut ada beberapa poin yang luput dari media. Entah memang sengaja diabaikan atau memang mereka tidak mengerti sama sekali.

Berikut poin-poin yang saya maksud :

  1. Perhatikan kalimat “We included .. in our nominees very late because you advised..” jadi ternyata masuknya nama penyanyi tersebut adalah karena pihak manajemen mereka sendiri yang mengajukan diri. Hal ini tidak sinkron dengan reaksi penyanyi tersebut di beberapa media yang menyatakan diri KAGET karena masuk ke dalam nominasi. Bagaimana bisa kaget? Kan pihak manajemen dia sendiri yang memang mengajukan namanya.
  2. Kalau memang mau mengajukan diri, paling tidak lengkapi persyaratan dari pihak penyelenggara. Perhatikan kalimat berikutnya “she had outsold everyone with 2 million albums in 2012 but the album was not last year”. Permasalahan disini jelas, album yang diajukan sebagai konsiderans adalah salah. Lagi-lagi, apakah ini kesalahan yang tidak disengaja? Atau memang mengharapkan kelengahan dari pihak panitia WMA? Yang pasti berdasarkan kutipan email yang saya lampirkan pada artikel sebelumnya, hal ini merupakan alasan utama mengapa nama yang bersangkutan tidak lagi masuk.
  3. Yang terakhir, adalah kalimat “Then we received thousands of complaints that she lip synchs and is not a real artist”. Ini adalah alas an paling popular yang digunakan oleh manajemen yang bersangkutan dan media-media Indonesia pada umumnya. Komplain didalam email ini kemudian diasosiasikan dengan fans Agnez Monica. Pertanyaannya, APA DASAR DAN BUKTI SEHINGGA RIBUAN KOMPLAIN YANG DIMAKSUD DALAM EMAIL KEMUDIAN DIASOSIASIKAN DENGAN FANS AGNEZ MONICA? Dan ini yang kemudian ramai menghiasi media-media baik online, cetak maupun televisi. Dengan mengalihkan dan menutupi alasan utamanya sendiri (yaitu bahwa album yang diajukan sebagai konsideran adalah salah) semuanya ramai menyimpulkan bahwa fans Agnez Monica adalah sosok super power yang bisa melakukan segalanya. Kalau diperhatikan, di dalam e-mail tersebut tidak dituliskan SIAPA yang mengirimkan complain, sehingga penarikan kesimpulan yang dilakukan adalah sangat tidak berdasar dan jelas merupakan upaya pembunuhan karakter

 alt

(kegiatan positif NIC pada musibah banjir kemarin yang malah luput dari mata media).

Mari kita berpikir secara logis (sebagaimana halnya metode ini yang coba dipakai dan dijadikan alasan oleh media untuk pengambilan kesimpulan), kalau memang fans Agnez begitu super power sehingga mampu menghilangkan nama salah satu kontestan, mari kita renungi  beberapa poin ini :

  1. Apakah tujuan akhir yang ingin dicapai oleh fans bagi idolanya dalam ajang ini? Tentunya agar idolanya dapat menjadi pemenang. Lalu, apakah dengan menghilangkan nama penyanyi lain dari Indonesia tersebut, dapat membantu Agnez memenangkan ajang ini? Jawabannya singkat dan pasti, yaitu TIDAK.
  2. Dengan tetap menilik poin 1 diatas, akan lebih bermanfaat bagi fans Agnez ini untuk focus kepada target lain yang lebih signifikan.

Kalau bisa saya analogikan dengan cerita dibawah ini :

Pada suatu saat, Indonesia mengirimkan 2 atlet bulutangkis ke satu ajang yang sama. Dan ternyata satu atlet kemudian harus didiskualifikasi karena kesalahan yang dilakukannya. Atlet yang kemudian didiskualifikasi ini tidak akan sibuk mencari-cari kesalahan supaya atlet lainnya mendapatkan perlakuan yang sama. Tetapi atlet tersebut akan tetap mendukung atlet lainnya tersebut, karena bendera yang mereka bawa adalah sama..INDONESIA.

Penjabaran mengenai e-mail diatas sudah cukup jelas. Pihak-pihak yang terkait harusnya tidak lagi berusaha bermain api, tetapi konsisten dengan pernyataan mereka dimana Bangsa Indonesia harus saling mendukung satu sama lain. Sehingga pemberitaan yang ada bukan berusaha menjatuhkan salah satu pihak tetapi berimbang. Dan pihak penyanyi yang bersangkutan harusnya juga menyadari kesalahan yang mereka lakukan dengan tidak memenuhi persyaratan yang ada dan menggunakan kesalahan yang telah dilakukan ini sebagai guru untuk masa depan, dan bukan mencari pembenaran dan kambing hitam agar kesalahannya dapat dipaksakan sebagai sesuatu yang benar.

AKU MUDA … AKU BISA

Agnez Monica

 

 
[OPINION][190213] World Music Awards, Agnez Monica & Indonesia [BAGIAN 1]

"Anjing menggigit manusia ataukah Manusia menggigit anjing ?"

 

Ini adalah pertanyaan yang ketika itu ditanyakan oleh guru Bahasa Indonesia ketika kami (yang masih SMU) diberi tugas untuk menulis sebuah artikel. Inti dari pertanyaan itu adalah mana yang lebih menarik untuk ditulis dalam sebuah artikel. Jelas, anjing menggigit manusia bukanlah hal yang aneh dan hal ini tidak menarik untuk ditulis, tetapi ketika manusia yang menggigit anjing maka inilah hal yang harus ditulis. Bagaimana mungkin seorang manusia berani dan bisa menggigit anjing. Dan, semoga saya salah tetapi  pemberitaan dunia hiburan Indonesia memang seringkali menganut paham yang sama. Seringkali hal-hal yang benar dianggap biasa dan tidak perlu diberitakan, sedangkan hal-hal yang ganjil dan tidak membawa hal positif justru dianggap sangat menarik. 

altSpirit ini juga yang mengiringi nuansa pemberitaan masuknya nama Agnez Monica pada daftar nominasi World Music Awards. Ketika Agnez Monica masuk ke dalam daftar nominasi, para media Indonesia pun ramai melakukan pemberitaan tetapi hanya sebatas formalitas. Tetapi perlakuan yang berbeda diperoleh ketika ada suatu kontroversi yang mengiringi. 

Tidak lama setelah nama Agnez Monica masuk ke dalam daftar nominasi, ada nama lain dari Indonesia yang masuk di kategori yang sama. Namun, ternyata dengan masuknya nama lain dari Indonesia ini mengundang pro dan kontra yang cukup tajam dari berbagai kalangan. Pro dan kontra atas segala sesuatu kejadian dapat terjadi dimana-mana dan untuk hal apapun juga, sehingga saya sangat menganggap wajar atas adanya pro dan kontra yang terjadi. Karena bagaimanapun tidak mungkin semua orang mempunyai pola pikir yang sama. Tetapi beberapa hari kemudian, tiba-tiba ada beberapa nama dari daftar nominasi tersebut yang hilang (termasuk nama Agnez Monica). Sampai hal ini, saya menganggap hal ini wajar karena mungkin terdapat kesalahan teknis sehingga ada nama-nama yang hilang. Tetapi, keesokan harinya nama Agnez Monica kembali muncul sedangkan nama penyanyi lain dari Indonesia tersebut hilang. Dan perubahan ini diiringi dengan masuknya nama penyanyi-penyanyi lain (diantaranya adalah Andrea Berg). 

altBahkan sampai dengan tahap inipun, saya tidak menganggap ada suatu masalah. Karena ketika suatu award akan diselenggarakan maka panitia dari award bersangkutanlah yang mempunyai kekuatan mutlak untuk mengambil keputusan.

Tetapi, ini ternyata adalah awal dari suatu kontroversi yang tidak berujung. Karena kemudian kejadian ini diikuti dengan beredarnya e-mail yang merupakan bukti korespondensi antara pihak WMA dengan pihak manajemen penyanyi lain dari Indonesia tersebut perihal alasan dicabutnya nama yang bersangkutan dari daftar nominasi.

alt

Isi dari e-mail ini yang kemudian menjadi kontroversi yang besar dan membuat media hiburan Indonesia ber-euforia. Tidak lama setelah e-mail kedua dirilis dan beredar di social media, di hari yang sama pula muncul beberapa headline yang pada intinya menyatakan bahwa Fans Agnes adalah penyebab utama dari keluarnya penyanyi tersebut dari ajang yang sama. Saya pun langsung mengirim e-mail menanyakan kebenaran berita tersebut. Jawaban yang saya peroleh dari email saya adalah :

“Kenapa kami menyimpulkan 'penggemar dari salah satu kontestan' karena tidak
logis ribuan masyarakat umum yang tidak punya kepentingan mau bela-belain
membombardir panitia utk minta salah satu kontestan digugurkan.

Kalau memang ingin mengklarifikasi poin yang dimaksud  'penggemar dari salah
satu kontestan' adalah bukan fans AM, silahkan mengirimkan surat bantahan
resmi dan akan kami muat dalam berita."

Jawaban macam ini membuat saya tertawa dan sedikit miris. Kenapa? 1) dari kalimat jawaban “KENAPA KAMI MENYIMPUKAN” artinya bahwa media bukan lagi hanya sebagai ajang penyampai berita berdasarkan fakta tapi ternyata juga ingin menjadi nara sumber itu sendiri, dimana untuk dapat menjadi nara sumber harus memenuhi beberapa criteria keahlian yang disertai dengan bukti-bukti yang kuat dan otentik serta dapat dipertanggungjawabkan. 2) dari kalimat jawaban “KARENA TIDAK LOGIS” artinya bahwa media ini membuat kesimpulan yang hanya berdasarkan asumsi pihaknya sendiri tanpa adanya bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. 3) dengan adanya kalimat tambahan Kalau memang ingin mengklarifikasi.. silahkan.. dan akan kami muat dalam berita” bisa juga kita artikan bahwa media ini dengan sengaja melakukan pemberitaan yang tidak berdasar untuk “memancing” pihak yang dirugikan agar memberikan klarifikasi yang tentunya bisa dimanfaatkan mereka demi mendapatkan berita tambahan untuk kepentingan penjualan oplah media tersebut. Penulisan berita seolah-olah tidak perlu lagi berdasarkan fakta yang actual, hanya perlu berdasarkan ASUMSI TANPA BUKTI YANG DIBUAT OLEH SEKELOMPOK PIHAK YANG JUGA DIPERTANYAKAN WAWASAN DAN KEAHLIANNYA DALAM MENYIMPULKAN SUATU MASALAH TERSEBUT. Yah..kalau ternyata salah..silahkan diklarifikasi saja

 

Dan, kalau boleh saya analisa pada e-mail tersebut ada beberapa poin yang luput dari media. Entah memang sengaja diabaikan atau memang mereka tidak mengerti sama sekali. 

TO BE CONTINUED..

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Fhu
SocialTwist Tell-a-Friend